PAN Jatinangor New

http://panjatinangor1.blogspot.com/

Senin, 20 April 2009

Amien Rais Bantah "Membelah" PAN

JAKARTA - Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Amien Rais membantah pertemuan yang digalangnya telah menimbulkan konflik internal partainya. Bahkan, Amien juga membantah apa yang dilakukannya menyalahi aturan meski dalam pertemuan tersebut tidak dihadiri Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir.

Menurut Amien, pertemuan di rumahnya Sleman, Yogyakarta, tersebut sudah sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai. Karena itu, kata dia, apa yang dilakukannya bukanlah mendahului keputusan DPP PAN.

"MPP boleh (melakukan pertemuan dan mengundang pengurus PAN) kapan saja. Menurut anggaran dasar, Ketua MPP boleh mengundang pengurus eksekutif partai mulai dari DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) sampai DPP kapan saja untuk keperluan apa saja," kata Amien Rais disela-sela acara silaturahmi Islam untuk Kebangkitan Indonesia, di Jakarta, Senin (20/4/2009).

Dalam kesempatan itu, Amien menyatakan bahwa Pilpres nanti kans besar hanya dimiliki oleh dua kekuatan yakni kubunya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan kubunya Megawati Soekarnoputri. Namun, kata dia, peluang besar hanya dimiliki oleh SBY. Dia juga mengakui dalam pertemuan di kediamannya dirinya mengarahkan agar pengurus wilayah mendukung Partai Demokrat.

"Saya kemarin itu meng-endorse PAN yang hanya enam koma sekian persen itu jadi mitra junior, bukan mitra senior Partai Demokrat," ujarnya.

Hal itu, kata dia, karena dirinya dan para pengurus wilayah PAN mengakui bahwa yang berpeluang besar untuk maju lagi sebagai calon presiden adalah SBY.

"Kami di sana itu mengutak-atik dan menganalisa keadaan kami (PAN). Sejauh ini, memang yang hampir pasti jadi capres kembali itu memang Pak Yudhoyono. Peluang besar kemenangan Pilpres pada Juli nanti itu memang dari segi rasional, dari segi politik, itu ada di Pak Yudhoyono," tandasnya. (mbs)

Maju Capres, SB Tunggu Izin Keluarga

Jakarta - Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir (SB) belum memutuskan untuk maju dalam bursa capres. Dia mengaku mesti meminta izin keluarga lebih dahulu.

"Saya tidak mengatakan saya menolak jadi capres tapi saya belum memutuskan, tentunya saya harus rundingan dulu dengan keluarga," ujar SB pada acara deklarasi relawan pro SB di Jl Cipaku IV Jakarta Selatan, Senin (25/8/2008).

Menurut SB dukungan yang diberikan kepada dirinya untuk jadi capres telah datang jauh hari sebelumnya dari beberapa tokoh di daerah-daerah.

"Peristiwa hari ini bukan yang pertama saya alami, di Parung, di Surabaya, bahkan di rakernas PAN di Surabaya sebagian besar pimpinan meminta saya jadi capres," ujarnya.

SB mengakui untuk maju sebagai capres pada pilpres 2009 nanti sangat berat. Hal itu dapat dilihat dalam ketentuan undang-undang yang mensyaratkan capres harus memperoleh dukungan suara dari partai politik yang ada di DPR minimal 15 persen.

"Calon-calon presiden nanti akan gugur karena syarat yang berat itu," sebut SB.

Bercermin dari ketentuan UU pilpres yang masih dalam penggodokan, secara tersirat SB menyampaikan bahwa dirinya baru bersedia maju jika perolehan suara PAN sesuai dengan syarat yang tercantum dalam undang-undang.

"Partai kalau perolehan suaranya segitu-gitu saja tidak sampai 15 persen, bagaimana mencalonkan saya," tandasnya. (ddt/ndr)

Relawan Pro SB, Think Thank SB Gapai Kursi Capres

Jakarta - Soetrisno Bachir (SB) sudah ancang-ancang untuk menggapai kursi Capres. Langkah awalnya dengan pembentukan relawan pro SB.

"Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk berpartisipasi mencari pemimpin bangsa," ujar Ketua Panitia Deklarasi relawan pro SB, Ketut Adhiatmika, di acara deklarasi di Jl Cipaku IV Jakarta Selatan, senin (25/8/2008) malam.

Menurut Ketut acara ini murni berasal dari aspirasi mayarakat bawah, dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan PAN. Bahkan untuk mendanai kegiatan ini pihaknya memperolah dari iuran anggota relawan pro SB.

"Tidak ada iuran dari PAN dan pak Soetrisno Bachir, kita iuran masing-masing," sebutnya.

Ketut dalam sambutannya menyatakan relawan ini tidak mesti harus berisikan kader-kader PAN tetapi juga bisa berasal dari partai lain.

"Pak Sefi (Ketua Relawan Pro SB Sefi Harefa) dulu berbaju kuning, Pak Bukhori (Sekretaris Relawan Pro SB Bukhori Makmum) dulu bajunya hijau kini mereka bergabung dalam relawan pro SB," ucapnya yang kemudian disambut dengan tepuk tangan para warga yang hadir.

Ketut tidak memungkiri bahwa deklarasi relawan pro SB adalah untuk mendukung Soetrisno Bachir sebagai capres pada pemilu 2009. "Ini untuk memajukan Pak Soetrisno Bachir sebagai pemimpin," sebutnya.

Hal ini juga di pertegas oleh pernyataan pengurus relawan pro SB. "Kami relawan pro SB mendukung penuh pak Soetrisno Bachir untuk jadi presiden yang akan datang," sebut ketua relawan pro SB Sefi Harefa.

Sedang SB, ketika dimintai komentarnya menyebutkan bahwa aksi relawan pro SB adalah bukan bagian dari kampanye. "Ini bukan kampanye, yang hadir disini bukan PAN saja, saya tidak menggunakan baju PAN," seraya menunjuk pada kemeja hijau yang dikenakannya.

Menurut SB kegiatan ini adalah untuk mengajak warga masyarakat berdiskusi menghadapi persoalan kemasyarakatan yang dihinggapi tanpa menggunakan bendera partai.

"Diharapkan nanti pada saat kampanye, seseorang yang dipilih bukan karena partainya tapi karena kedekatannya dengan masyarakat, Dia mampu pimpin masyarakat," tegas SB. (ddt/ndr)

Artis PAN Emoh Disebut Langkahi Kader Senior


Jakarta - Ramai-ramai kader PAN memprotes nomor urut caleg. Mereka merasa dilangkahi artis-artis yang masuk ke PAN. Bagaimana komentar para artis soal ini?

"Saya sangat menghormati kader-kader PAN yang berjuang sebelumnya. Untuk menghormati mereka maka nomor berapapun saya terima," Sebut caleg artis yang diusung PAN, Derry Drajat saat acara deklarasi relawan pro SB di Jl. Cipaku IV Jakarta Selatan senin (25/8/2008) malam.

Derry yang bertarung di daerah Pemilihan Jawa Barat 2 ini menuturkan, dirinya sampai sekarang belum tahu dipasang pada nomor urut berapa pada pemilu legislatif nanti. Selain itu ketentuan PAN yang menggunakan suara terbanyak tidaklah berpengaruh terhadap nomor urut.

Derry juga menjelaskan artis yang jadi caleg di PAN ditempatkan di daerah yang kering, ini menunjukkan artis dituntut untuk membesarkan partai.

"Artis yang ditempatkan PAN adalah ditempat kering," sebut artis yang mengaku sudah lima tahun mempersiapkan diri sebagai caleg PAN tersebut.

Sementara itu caleg artis dari PAN yang lain, Marini Zumarnis juga membantah adanya konflik yang terjadi antara kader PAN dan artis yang menjadi caleg PAN.

"Tidak ada masalah, kita saling bekerjasama satu sama lain untuk membesarkan partai," sebut Marini yang datang menggunakan kemeja merah.

Menurut Marini semua warga memilki hak yang sama untuk dipilih dan sekarang rakyat menginkan calon anggota dewan yang baik, "Semua yang dibutuhkan masyarakat sekarang adalah niat baik dan hati nurani dari para calon," ujarnya.

Marini menegaskan bahwa dirinya telah siap maju sebagai caleg pada pemilu 2009, hal ini didasarkan pada kegemarannya berdiskusi sejak kecil dengan sang ayah yang dulunya juga mantan anggota DPR. Kini untuk menambah pengetahuannya tentang politik, Marini menyibukan diri dengan banyak membaca buku.

"Saya, kira-kira sudah mempersiapkan selama 2 tahun," pungkasnya. (ddt/ndr)